Jumat, 14 Mei 2010

Suara Ibu Mudah Redakan Stres


SEDANG sedih dan depresi? Berhentilah mengonsumsi cokelat atau memaksakan diri mengikuti kelas yoga. Cara termudah meredakan stres adalah menelpon ibu tercinta Anda. Penelitian mengungkap, mendengar suara ibu bisa dengan cepat menenangkan saraf-saraf yang tegang. Selain itu, bertelpon seringkali mempunyai efek yang sama dengan pelukan. Temuan ini, terang peneliti, bisa menjelaskan mengapa ibu seringkali menjadi orang pertama yang Anda cari di masa-masa sulit, bahkan setelah Anda dewasa dan hidup mandiri. Dalam studi ini, tim peneliti dari Amerika memeriksa peran oxytocin, hormon yang terlibat dalam seks, daya tarik seksual, kepercayaan dan rasa percaya diri. Hormon yang dikenal dengan 'zat kimia berpelukan' ini dilepaskan ke dalam darah selama proses melahirkan. Hormon ini menstimulasi produksi air susu. Selain itu, hormon ini juga membasahi otak selama proses menyusui. Hal ini diyakini menguatkan hubungan ibu dan anak. Di samping itu, hormon ini diyakini sebagai kunci utama untuk memungkinkan ibu menenangkan anaknya. Hormon ini juga meredakan stres saat dilepaskan pada anak-anak. Peneliti dari University of Wisconsin-Madison mengumpulkan anak perempuan berusia tujuh hingga 12 tahun dalam satu kelompok. Para partisipan ini selanjutnya diminta menyampaikan pidato dan memecahkan serangkaian soal matematika di depan penilai yang terdiri dari orang-orang asing. Tes ini mempercepat detak jantung partisipan. Selain itu, kadar hormon cortisol (hormon terkait stres) mereka juga meningkat. Begitu berada dalam kondisi stres, sepertiga dari anak perempuan tersebut dihibur oleh ibu mereka, sepertiganya diminta berbicara dengan ibu mereka melalui telepon dan sepertiga sisanya diminta menghibur diri dengan menonton film. Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B ini menemukan, kadar oxytocin meningkat dengan cepat pada anak perempuan yang melihat atau berbicara dengan ibu mereka. Yang lebih mengejutkan lagi, terang peneliti, setelah menelpon ibu mereka, partisipan tersebut sama tenangnya dengan partisipan yang dihibur langsung oleh ibu mereka. "Bisa dipahami bahwa pelepasan oxytocin dalam konteks ikatan sosial biasanya memerlukan kontak fisik. Tapi, temuan ini memperjelas bahwa suara ibu juga mempunyai efek yang sama dengan pelukan," tutur peneliti Leslie Seltzer, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Rabu (12/5). (IK/OL-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar