Jumat, 23 September 2011

Sop Tunjang Pertama, Pekanbaru Riau


Sop Tunjang Pertama, di Kota Pekanbaru Riau. Sangat disayangkan sekali kalau anda berkunjung ke Pekanbaru tidak menikmati jajanan khas Kota Pekanbaru. Berbagai macam sajian kuliner khas kaki lima murah meriah terhampar disepanjang jalan-jalan di Kota Pekanbaru. Berikut ini kita akan mendengarkan cerita salah seorang kawan (Eddy Sebayang) yang berkunjung ke Kota Pekanbaru dan menikmati Wisata Kuliner Kota Pekanbaru Riau, "Sop Tunjang Pertama"

Kebetulan beberapa hari kemarin saya dan juga beberap rekan dan atasan berada di kota Pekanbaru untuk suatu tugas. Tugas mulia. Berusaha memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakan kota Pekanbaru akan komunikasi selular. Dan hari Jum’at kemarin adalah hari terakhir kami disana. Sebelum meninggalkan kota Pekanbaru saya dan rekan saya berencana buka puasa dng makanan khas kota Pekanbaru. Setelah berdiskusi dan meminta saran termasuk dari driver kami yg memang penduduk kota Pekanbaru, maka kami memilih buka puasa makan Soup Tunjang. Dan pilihannya adalah Rumah Makan Soup Tunjang Pertama di jalan Pinang.

Namanya memang Rumah Makan Sop Tunjang Pertama. Saya sendiri kurang tahu, apakah memang rumah makan ini yang pertama kali memperkenalkan sop tunjang atau hanya sekedar namanya saja. Teletak dijalan Pinang No. 36. Masuk dari jalan Jend. Sudirman belok kiri, setelah melewati tempat makan durian Yudi. Masuk kedalam jalan Pinang sekitar 100 meter saja. Berada disebelah kanan jalan, bangunan masih dari papan, berwarna cat orange tapi bersih dan tertata rapi. Nyaman… dan bagi Anda yang menginap di Hotel Pangeran Jl. Jend. Sudirman, Pekanbaru. Tinggal menyebrangi jalan Jend. Sudirman. Jalan Pinang ini berada persis lurus dng pintu keluar Hotel Pangeran, Pekanbaru. Dekat sekali.

Menu yang disediakan antara lain, Sop Daging Sapi, Sop Ayam dan tentu saja Sop Tunjang. Saya penasaran, seperti apa sih yang namanya Sop Tunjang itu. Apakah memang potongan daging tunjang yang disopu. Atau sejumlag dengkul sapi yang masih terbungkus daging tunjang yang di sop. Bingung…makanya saya mau coba.
Kami masing-masing memesan satu porsi Sop Tunjang dan sepiring nasi. Dan ya ampun nasinya sedikit sekali. Bila dibanding dng nasi padang yang terkadang kelewat banyak. Tapi jangan khawatir, bisa nambah kok.

Tidak berapa lama hidangan datang. Ternyata yang namanya Sop Tunjang itu nggak beda dng Sop daging sapi lainya. Yaitu; semangkok Sop berisi potongan daging sapi, ada tulang iga yang terbungkus daging, juga tulang lainnya dengan daging dan tetelan yang masih menempel dan sekerat tunjang. Isi yang disajikan memang nggak jauh berbeda dengan soup pada umumnya. Tapi aromanya berbeda dng sop dari Medan atau sop dari Aceh. Aroma lada dan daun seledri sangat terasa. Hhe.e m m m… karena belum beduk, jadi kami hanya bisa mencium aromanya saja dulu. Belum boleh mencicipi, belum waktunya untuk berbuka puasa. Semuanya pura-pura cuek, padahal hidung ini sudah kembang kempis berusaha menahan sambaran aroma merica dan daun seledri dari Sop Tunjang yang sudah terhidang ini. Kok perasaan waktu jadi makin lambat ya?.

Tidak beberapa lama tiba-tiba suasana menjadi hening, yah karena semua tamu berusaha memasang telinga masih-masing, sensor telinga menjadi peka. Berusaha menangkap kalau-kalau ada suara adzan berkumandang. Dan benar saja, sayup-sayup terdengar suara adzan. Alhamdulillah..tiba juga waktunya berbuka puasa. Segera saya mencicipi kuahnya….yap…seperti dugaan saya, terasa sekali pedas merica. Nikmat sekali ditambah dng taburan daun seledri yang harum mengundang selera.

Setelah minum air putih dan sedikt cemilan ringan. Bersiap mencoba hidangan Sop Tunjang. Sebelumnya tambah sedikit kecap manis, beberapa tetes sari jeruk nipis dan sedikit sambal sebagai penambah selera. Dan rasanya sungguh nikmat. Dan biar lebih berfariasi saya tambahkan krupuk kulit dipiring nasi saya. Biar ada sensasi kriuknya.

Rumah Makan Sop Tunjang Pertama ini buka hingga pukul 20.30 wib. Dan rumah makan ini lumayan luas. Ada sekitar 20 meja tersedia bagi tamu. Jadi meski terlihat kecil tapi cukup luas. Cocok juga untuk menjamu rekan kerja atau keluarga. Dan harganya juga murah. Kami makan bertiga dng pesanan yang sama Sop Tunjang, tidak sampai Rp. 50.000. Murah ya… padahal kami makan bertiga. Mungkin karena yang kita pesan kebanyakan tulangnya kali yah…ha…ha…ha… tapi walau begitu sajian Sop Tunjang Pertama ini nikmat dan lezat...

Rabu, 21 September 2011

PSSI Tunjuk Kubu M Nur Kelola Arema


PSSI memilih kubu M.Nur dibandingkan kubu Rendra Kresna untuk mengelola klub Arema Indonesia guna mengikuti kompetisi tertinggi di Tanah Air musim 2011/2012.

"PSSI mengakui Arema kubu M Nur. Untuk Persija masih pending. Persebaya Surabaya harus merger," kata anggota Komite Eksekutif PSSI La Nyalla Mattalitti melalui layanan pesan singkat (SMS) di sela-sela rapat komite di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (21/9) malam.


Menjelang pelaksanaan kompetisi tertinggi di Tanah Air musim 2011/2012 terjadi dualisme kepengurusan di tubuh pengelola tim yang berjuluk Singo Edan itu.

Kubu pertama dengan membawa bendera PT Arema Indonesia dibawah Direktur Siti Nurjanah dan Ketua Yayasan M.Nur. Kubu ini juga didukung pendiri klub Arema yaitu Lucky Acub Zainal.

Untuk kubu kedua yang juga menggunakan bendera PT Arema Indonesia adalah Ketua Yayasan Rendra Kresna dan dengan Direktur Utama Iwan Budianto. Arema kubu Rendra Kresna bahkan telah menyiapkan tim dengan mempertahankan mayoritas pemain lama serta menambah beberapa pemain baru diantaranya Saktiawan Sinaga.

Begitu juga dengan Persija dan Persebaya. Untuk Persija bahkan ada tiga perusahan yang mengajukan klub asal ibukota itu yang dua diantaranya adalah kubu Bambang Sucipto dan kubu Benny Erwin.

Sedangkan untuk Persebaya terdapat dua kepengurusan yang mengklaim berhak mengendalikan klub kebanggaan warga Surabaya yaitu kubu Cholid Goromah dan kubu Wishnu Wardana.

Pada rapat ini selain membahas masalah status kepengurusan ganda pada tiga klub tersebut juga dibahas rencana penambahan jumlah klub yang bertanding di kompetisi tertinggi meski sebelumnya telah ditetapkan sebanyak 18 klub.

Ada tiga klub yang berusaha dimasukkan untuk turun di kompetisi tertinggi ini yaitu Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Kamis, 15 September 2011

Manfaat Minum Air Putih Saat Bangun Tidur



Beberapa orang kadang punya kebiasaan minum air putih saat baru bangun tidur. Kebiasaan ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja keuntungan minum air putih saat bangun tidur?

Kebutuhan air yang harus dikonsumsi orang berbeda-beda, hal ini karena tergantung dari beberapa faktor seperti berat badan, jenis kelamin, cuaca dan juga aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Misalnya orang yang aktif secara fisik atau tinggal di iklim panas, maka kebutuhan airnya lebih banyak.


Dibutuhkan waktu, disiplin dan komitmen untuk membiasakan diri mengonsumsi air putih segera setelah bangun tidur, karena hal ini bisa memberikan beberapa manfaat kesehatan. Berikut manfaat yang bisa didapat, seperti dikutip dari Livestrong, yaitu:

1. Meningkatkan energi
Mengonsumsi air di pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi lebih waspada serta merasa lebih segar karena adanya peningkatan energi di dalam tubuh.

Hal ini karena hampir semua bagian tubuh memerlukan air agar bisa bekerja secara optimal, jika tubuh dehidrasi akan timbul kelelahan dan lesu sehingga menjadi tidak efisien.

2. Menghilangkan racun
Minum air di pagi hari akan membantu meringankan fungsi ginjal dalam hal menghilangkan berbagai racun dan produk buangan (limbah) dari dalam sistem tubuh. Hal ini karena saat malam hari tubuh tidak mendapatkan asupan cairan.

3. Mengurangi berat badan
Mara Z. Vitolins, seorang ahli nutrisi dari Wake Forest University Baptist Medical Center menuturkan umumnya tubuh tidak bisa membedakan antara rasa lapar dan haus, karenanya konsumsi air minum bisa membantu membedakan hal tersebut.

Selain itu jika seseorang minum air putih saat sedang lapar akan terlihat adanya penurunan nafsu makan sehingga membantu menurunkan berat badan, dan menghindari konsumsi minuman lain yang tinggi gula, aklori atau kafein.

Untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik atau asupan airnya cukup bisa dilihat dari warna urine, normalnya warna urine yang baik adalah jernih dan bukan kuning pekat.

Sabtu, 03 September 2011

Indonesia kini berada di dasar klasemen Grup E



Langkah pertama Tim Nasional Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2014 berakhir buruk. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menyerah 0-3 di Teheran hari Jumat, 2 September 2011.


Indonesia sempat menjaga gawang tetap tidak kebobolan di 45 menit pertama. Walau terus diserang Iran, skor saat jeda tidak berubah.

Baru di babak kedua pertahanan pasukan Wim Rijsbergen tak kuasa lagi mencegah gawang mereka dari kebobolan. Gawang Markus Horison jebol pertama kali di menit 53 lewat sundulan Javad Nekounam. Midfielder yang bermain untuk Osasuna kembali mencetak gol di menit 74, juga lewat sundulan.

Kemenangan Iran dilengkapi oleh gol Andranik Teymourian-Samarani menit 87. Skor akhir 3-0. Lihat videonya di sini.

Indonesia kini ada di dasar klasemen Grup E setelah Bahrain dan Qatar berbagi angka 0-0 pada laga di Bahrain National Stadium, Manama

Jumat, 02 September 2011

Indonesia Tumbang 0-3 dari Iran

Gol Iran diciptakan Nekounam di menit 52 dan 74 serta Teimourian di menit 87.



Indonesia memulai kampanye penyisihan Grup E babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia dengan hasil buruk. Tim Merah Putih tumbang 0-3 dari Iran di Azadi International Stadium, Jumat, 2 September 2011 (Sabtu dini hari WIB).

Gol Iran diciptakan Nekounam di menit 52 dan 74 serta Teimourian di menit 87. Dua gol Nekounam terjadi lewat sundulan. Kedua gol ini terjadi setelah Iran mendapat hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Umpan matang tersebut bisa dimanfaatkan Nekounam menjadi gol dan menjebol jala Indonesia.


Sejak babak pertama, tim Merah Putih memang tampil di bawah tekanan. Duet striker Bambang Pamungkas-Cristian Gonzales sulit mengembangkan permainan dan lebih sering membantu pertahanan. Namun, usaha itu berbuah manis karena mampu menahan imbang Iran 0-0 d babak pertama.

Masuk paruh kedua, pertandingan tidak berjalan berbeda. Iran sebagai tuan rumah tetap mendominasi dan Indonesia tetap berada dalam tekanan. Dominasi itu mencapai puncaknya di menit 52 ketika gol Nekounam terjadi.

Selepas gol, Iran melakukan beberapa pergantian pemain. Namun, hal ini tak mengurangi tekanan mereka dan membahkan gol berikutnya di menit 74.

Berselang empat menit kemudian, Indonesia coba menipiskan skor lewat aksi Gonzales. Tapi sebelum bisa menyentuh kotak penalti, aksi Gonzales sudah dihentikan pemain Iran.

Menit 80, pelatih Wim Rijsbergen berusaha menajamkan serangan Indonesia dengan memasukkan Okto Maniani. Usaha yang cukup terlambat karena sisa waktu 10 menit tidak membuat Okto bisa membantu serangan Indonesia.

Masuk menit 87, Iran malah bisa mencetak gol terakhir setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Indonesia. Berawal dari tusukan dari sisi kiri pertahanan Indonesia, bola kemudian diumpan ke Teimourian. Lewat tendanan keras, bola merobek jala Indonesia dan menutup skor 3-0 untuk Iran.

Line Up Kedua Tim

Iran: Mahdi Rahmati(g); Khosro Heidari, Jalal Hossein, Hadi Aghili, Javad Nekonam, Farhad Majidi, Al Karimi, M Reza, Gholam Reza (Mahini'64), Ghasem Hadadifar (Teimourian'71), Mehrdad Pooladi

Indonesia: Markus Horison (g); Benny Wahyudi, Hamka Hamzah, M Roby, Zulkifli Syukur, M Ilham (Bacdhim'61), Hariono, Firman Utina (Okto'80), M Ridwan, Christian Gonzales, Bambang Pamungkas




Kamis, 25 Agustus 2011

Liga yang Sungguh Profesional


CITA-cita membentuk liga sepak bola profesional memang cuma mudah diucapkan, tetapi sangat sulit direalisasikan. Di dunia sepak bola yang paling maju sekalipun, membentuk liga profesional adalah proses panjang karena kosakata ”profesional” memang begitu kompleks. Itu bukan sekadar bangunan fisik stadion atau tempat latihan, atau pejabat dengan jas dasi perlente, atau segepok uang, tetapi profesional juga menyangkut aspek gaya hidup, perilaku, dan manajemen.

Inggris, misalnya, selama dua dekade mati-matian membentuk liga sepak bola profesional dengan basis industri yang kokoh. Selama 20 tahun, kemajuan demi kemajuan dicapai di hampir semua aspek bisnis, kecuali justru aspek terpenting, prestasi tim nasional. Di satu sisi, Premiership adalah liga profesional terbaik ditinjau dari sisi bisnis dan jangkauan dampaknya yang menerobos batas-batas kontinen. Namun, setelah 20 tahun, liga ini tak sukses membentuk tim nasional tangguh.

Contoh lain adalah J-League. Liga profesional Jepang ini dibentuk juga sekitar 20 tahun lalu. Sebelum 1992, Jepang tidak mengenal liga profesional, yang ada semi-amatir karena klub-klub yang bertanding disponsori perusahaan tertentu. Pemain yang tampil adalah pegawai yang digaji karena mereka bekerja di perusahaan semisal Yamaha, Nissan, atau Mitsubishi. Namun, sejak 1992, saat J-League diinaugurasi, mereka melakukan revolusi total terhadap manajemen klub. Perusahaan tetap menjadi tulang punggung klub, tetapi sudah dilepaskan sama sekali dari sisi finansial dan bisnis. Para pemain pun profesional murni yang dibayar karena jasa mereka bermain bola.

Revolusi sepak bola Jepang terbilang sukses setelah dua dasawarsa. Mereka kini bukan saja paling disegani di Asia, melainkan juga mampu menembus deretan elite Eropa dan Amerika Latin di tingkat dunia. Tim putri Jepang bahkan baru-baru ini mengukuhkan diri sebagai juara dunia.

Dari Inggris dan Jepang, Indonesia seharusnya bisa banyak belajar tentang bagaimana membentuk liga sepak bola profesional. Cita-cita kepengurusan baru PSSI untuk mencetak liga profesional lewat basis klub-klub profesional harus dilandasi niat tulus untuk membangun sepak bola dan mencetak prestasi yang lebih baik. Namun, tidak seperti Inggris atau Jepang, kompleksitas masalah di Indonesia memang sangat tinggi. Belum lagi adanya masalah keunikan sejarah persepakbolaan Indonesia yang tidak dirasakan Jepang atau Inggris.

Dalam sejarahnya, sepak bola Indonesia memang dibangun dengan semangat amatirisme oleh bond atau perserikatan. Basis amatirisme inilah yang kemudian menjadi tulang punggung sepak bola Indonesia hingga sekarang. Sepak bola profesional yang coba dibangun lewat Galatama pada 1979 sebenarnya merupakan revolusi besar. Namun, sayangnya, basis profesional itu tidak dilindungi oleh hukum yang ketat sehingga Galatama hancur luluh oleh judi dan suap. Pada saat yang sama, basis amatirisme perserikatan justru semakin kokoh lewat mekanisme fanatisme daerah.

Pada 1994, PSSI coba mencari solusi dengan mempersatukan Galatama dan Perserikatan menjadi kompetisi semiprofesional Liga Indonesia. Sayangnya, dalam cetak birunya, infrastruktur profesionalisme tidak dijalankan dengan timeline yang ketat, bahkan cenderung diabaikan. Klub-klub eks perserikatan, yang kemudian mendominasi liga sampai musim 2010-2011, tak pernah didorong keras untuk menjadi profesional. Persyaratan profesional yang dikumandangkan PSSI sejak 2007 tak pernah tegas dilaksanakan.

Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang semula dicita-citakan sebagai barometer liga profesional pun akhirnya membuahkan problem tersendiri. Bukan saja karena LPI terbukti hanya menjadi wahana untuk merebut kekuasaan, melainkan juga kompetisi itu tak pernah diselesaikan karena hanya berlangsung setengah musim. Bagi PSSI, kompetisi LPI, meski sudah resmi dibubarkan, tetap menjadi masalah besar karena mereka ”harus” dileburkan ke dalam liga profesional yang segera berputar Oktober mendatang. Ini sesuai perintah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sejarah berulang. Pada 1994, PSSI memaksakan bond-bond perserikatan menjadi profesional. Sekarang, klub-klub eks LPI pun dipaksakan bergabung ke liga profesional lewat merger atau penggabungan dengan klub anggota PSSI. Ironisnya, untuk membangun liga yang baru, PSSI kemudian membubarkan kompetisi baku. Tanpa mekanisme kongres, PSSI membubarkan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang sudah terstruktur sejak 1994. Keputusan Komite Eksekutif PSSI tentu berdampak sangat besar, terutama pada ”bangunan kompetisi” sepak bola itu sendiri. Dengan pembubaran itu, PSSI menafikan struktur baku kompetisi yang diikuti oleh 18 klub LSI, 36 klub divisi utama, 14 klub divisi satu, dan 12 klub divisi dua.

Pembentukan kompetisi baru ini juga menjungkirbalikkan seluruh logika kompetisi karena klub-klub yang sudah berjuang untuk promosi diabaikan begitu saja keringat, darah, dan air matanya. Persiraja Banda Aceh, Mitra Kukar, Persiba Bantul, dan Persidafon Dafonsoro adalah tim-tim yang perjuangannya disia-siakan.

Pada akhirnya, persyaratan profesional yang digariskan AFC, yakni legal, keuangan, infrastruktur, sumber daya manusia, dan sporting, adalah sekadar alat. Kelima aspek ini praktis bisa dipenuhi jika ada kemauan keras dan modal finansial. Yang sulit adalah profesional dalam arti perilaku. Bukan saja bagi klub peserta kompetisi, melainkan juga pengurus PSSI untuk memahami arti profesional sebenar-benarnya, tanpa muatan apa pun kecuali memajukan sepak bola Indonesia.






Sabtu, 20 Agustus 2011

Bahaya Tidur Berlebihan


Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan "lawannya", yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.

Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.


Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?

• Sleep apnea, jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.

• Narcolepsy, masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.

• Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.

• Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.

Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?

• Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

• Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

• Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

• Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

• Nyeri punggung. Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

• Kematian. Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).

Apa pilihan pengobatan untuk mengatasi oversleeping?

Tidur yang lama biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika gejala yang muncul menandakan adanya gangguan yang lebih serius. Pada kasus-kasus tersebut, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu. Masalah terbesar mereka yang punya kebiasaan tidur lama adalah menyesuaikan jadwal harian untuk waktu tidur. Jika tidak memenuhi kuantitas tidur yang dibutuhkan, mereka biasanya akan merasa kesal dan mengalami kelelahan pada keesokan harinya. Mereka juga menghadapi masalah dalam hubungan sosial.

Tips mengatasi oversleeping:

• Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan Anda ke realitas, bahkan dari tidur Anda yang paling dalam.

• Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah Anda terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm Anda.

• Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh Anda teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat Anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.

• Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan Anda mengalami oversleeping.