Minggu, 04 Juli 2010

Villa Cetak Sejarah


David Villa menyelamatkan muka Spanyol berkat gol tunggalnya ke gawang Justo Villar.
Dihuni pemain kelas dunia, Spanyol kesulitan menembus rapatnya barisan belakang Paraguay. Displin tinggi serta apiknya performa Villar membuat para punggawa La Furia Roja frustrasi. Terbukti hingga turun minum, Spanyol tak mampu menembus gawang Villar.

Beruntung Vicente Del Bosque memiliki penyerang sekelas Villa. Bomber anyar milik Barcelona tak pernah lelah menembus lini belakang La Albirroja, julukan Paraguay.

Berkali-kali melepaskan tembakan ke gawang Villar, Villa akhirnya menebus rasa penasaran Spanyol di menit 83. Topskor Euro 2008 dengan cerdik memanfaatkan rebound yang dilesakkan pemain muda Pedro Rodriguez.

Gol tunggal Villa inilah yang menggerek La Furia Roja melangkah ke semifinal Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah. Tim redaksi okezone menobatkan Villa sebagai man of the match di partai yang berakhir dramatis ini.

Sabtu, 03 Juli 2010

Uruguay Tantang Belanda di Semifinal


Uruguay memastikan satu tempat di semifinal setelah menekuk Ghana 4-2 dalam adu penalti di pertandingan perempat final, Sabtu (3/7) di Stadion Soccer City. Selama 120 menit kedua kesebelasan bermain 1-1.

Di semifinal, Uruguay akan menghadapi Belanda yang sebelumnya menundukkan Brasil 2-1.

Dalam adu penalti, kiper Uruguay Fernando Muslera menjadi pahlawan dengan mementahkan tendangan John Mensah dan Dominic Adiyiah. Sedangkan dari Uruguay, hanya tendangan Maximiliano Pereira yang gagal setelah bola melambung jauh di atas mistar.

Bagi Ghana, kekalahan dari Uruguay membuat mereka gagal mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mampu menembus empat besar. Namun demikian, Ghana tetap layak mendapat acungan jempol dengan penampilan pemainnya yang heroik.

Menghadapi Uruguay, Ghana sebenarnya mampu memenangkan pertandingan dalam 120 menit ketika mendapat hadiah penalti di menit akhir pertandingan setelah Luis Suarez menahan bola yang sudah mengarah ke gawang dengan tangan. Akibat perbuatannya ini, Suarez mendapat kartu merah.

Sayang Asamoah Gyan gagal menjalankan tugasnya. Bola tendangan Gyan hanya membentur mistar gawang dan membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Laga Ghana melawan Uruguay berlangsung menarik. Kedua kesebelasan bermain terbuka dan menyerang sejak menit awal.

Ghana yang tidak diunggulkan mampu memberikan perlawanan sengit bagi Uruguay. Satu-satunya wakil Afrika yang masih tersisa ini tampil tanpa beban. Dengan bermain terbuka, Ghana mampu mengimbangi permainan Uruguay.

Bahkan, Ghana sempat mengejutkan Uruguay saat mampu unggul lebih dulu di masa injury time babak pertama. Berdiri bebas di luar kotak penalti Uruguay, Sulley Muntari melepaskan tendangan kaki kiri yang keras. Bola yang mengarah ke pojok kiri gawang Uruguay, gagal dihadang kiper Fernando Muslera.

Di babak kedua, Uruguay berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Serangan demi serangan dilancarkan Uruguay yang dimotori Diego Forlan.

Usaha keras Uruguay akhirnya membuahkan hasil menit ke-54. Bola tendangan bebas Forlan yang melengkung ke pojok kiri gawang Ghana tidak mampu dijangkau kiper Richard Kingson.

Setelah kedudukan imbang 1-1, Ghana dan Uruguay tidak menurunkan tempo permainan. Kedua kesebelasan tetap tampil menyerang untuk menambah keunggulan. Namun hingga babak kedua usai, kedudukan 1-1 tidak berubah.

Di masa perpanjangan waktu, kedua kesebelan beberapa kali mendapat peluang menambah

Jumat, 02 Juli 2010

Paling Dramatis, Uruguay Singkirkan Ghana


Uruguay akhirnya mengamankan satu tiket ke babak semifinal usai menaklukkan Ghana lewat drama adu penalti. Setelah skor bertahan 1-1 hingga 120 menit, Uruguay akhirnya unggul adu penalti dengan skor 4-2.

Ghana mampu unggul 1-0 lewat gol Sulley Muntari di masa injury time babak pertama. Namun striker Uruguay Diego Forlan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 55.

Ya, duel ini pantas menjadi duel paling dramatis. Bagaimana tidak, Ghana sebenarnya berpeluang unggul 2-1 di akhir babak perpanjangan waktu andai tandukan Dominic Adiyiah tidak dihadang Luis Suarez yang harus menyelamatkan gawang dengan tangannya bak kiper.

Suarez mendapat kartu merah dan Ghana mendapat hadiah penalti. Namun Uruguay benar-benar tak ditakdirkan kalah, Asamoah Gyan yang menjadi algojo gagal mengeksekusi penalti setelah bola hanya membentur mistar.

Jalannya Pertandingan

Bertanding di Soccer City Stadium, Johannesburg, Sabtu 3 Juli 2010, Uruguay harus tertinggal lebih dulu lewat gol Sulley Muntari di masa injury time. Gelandang Inter Milan ini berhasil melepaskan tembakan keras yang gagal dihadang kiper Nestor Muslera.

Tak hanya itu, Uruguay juga harus bermain tanpa bek terbaiknya Diego Lugano yang mengalami cedera. Sebuah kerugian besar tentu tanpa pilar sang kapten yang harus digantikan Andres Scotti di menit 37.

Setelah jeda, Uruguay mencoba mengejar ketertinggalan. Usaha La Celeste membuahkan hasil saat pertandingan memasuki menit 55. Berawal dari pelanggaran John Pantsil kepada Jorge Fucille, Forlan yang mengeksekusi tendangan bebas berhasil menempatkan bola ke tiang jauh yang gagal dihentikan Richard Kingson. Skor sementara menjadi 1-1.

Kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Pada menit 57, Asamoah Gyan berhasil mengancam gawang Uruguay lewat tendangannya di dalam kotak penalti. Namun usaha itu mampu digagalkan Muslera.

Pada menit 77, bola hasil tendangan bebas Forlan berhasil disambut tandukan Luis Suarez. Sayang bola masih melebar dari gawang Ghana. Namun hingga 90 menit pertandingan skor tak berubah dan memaksa babak perpanjangan waktu.

Pada babak 2x15 menit, Ghana tampil menekan. Peluang demi peluang diciptakan tim besutan Milovan Rajevac. Dan peluang terbaik tercipta di akhir babak perpanjangan waktu. Ghana seharusnya tak perlu kalah dalam adu penalti andai tandukan Adiyiah tak ditepis tangan Suarez. Ini menjadi Tangan Tuhan Jilid II usai gol Diego Maradona di Piala Dunia Meksiko pada 1986 silam.

Wasit memberikan hadiah penalti kepada Ghana sekaligus mengusir Suarez dari lapangan. Namun Asamoah Gyan gagal menghindarkan The Black Stars dari drama adu penalti.

Laga harus dilanjutkan dengan adu penalti. Setelah Forlan dan Mauricio Victorino sukses, Ghana membalas lewat Asamoah Gyan dan Stephen Appiah. Saat Andres Scotti sukses, John Mensah justru gagal menaklukkan Muslera sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-2.

Harapan Ghana kembali terbuka saat Maximiliano Pereira gagal menaklukkan Kingson. Namun penembak keempat Ghana Dominic Adiyiah juga gagal. Dan kemenangan Uruguay akhirnya ditentukan lewat penalti Sebastian Abreau. Uruguay akhirnya menang 4-2.

Hasilnya Ghana gagal menyelamatkan wajah Afrika setelah tersingkir dalam drama adu penalti dengan skor 4-2. Dan Uruguay berhak menantang Belanda di babak semifinal.


Susunan Pemain:

Uruguay: Néstor Muslera, Maximiliano Pereira, Diego Lugano (Andres Scotti, 37), Mauricio Victorino, Jorge Fucile, Egidio Arévalo, Diego Pérez, Alvaro Fernández (Nicolas Lodeiro, 47'), Diego Forlan, Luiz Suarez, Edison Cavani (Sebastian Abreu, 75')

Ghana: Richard Kingson, John Pantsil, Isaac Vorsah, John Mensah, Hans Sarpei, Samuel Inkoom (Stephen Appiah, 73'), Anthony Annan, Kwadwo Asamoah, Sulley Ali Muntari (Dominic Adiyiah, 88'), Kevin-Prince Boateng, Asamoah Gyan

Singkirkan Brasil, Belanda ke Semifinal


Timnas Belanda lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Brasil 2-1 di babak 8 besar, Jumat, 2 Juli 2010. Di babak semifinal Belanda akan bertemu dengan pemenang antara Uruguay vs Ghana.

Bertanding di Stadion Port Elizabeth, Brasil memimpin lewat gol yang dicetak Robinho pada menit ke-10. Keunggulan Brasil ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Belanda mulai bangkit. Pada menit ke-53, Belanda berhasil menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Felipe Melo.

Belanda berbalik unggul menjadi 2-1 setelah tandukan Wesley Sneijder gagal dibendung oleh Julio Cesar pada menit ke-68. Brasil bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit mengusir Felipe Melo pada menit ke-73.

Melo dikartu merah setelah dengan sengaja menginjak Arjen Robben. Kalah dalam jumlah pemain, Brasil masih berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun hingga pluit panjang dibunyikan, Belanda berhasil mempertahankan keunggulannya.

http://www.worth1000.com/galleries

http://www.worth1000.com/galleries

Kamis, 01 Juli 2010

Jadwal Pertandingan 4 Partai Perempat Final


Delapan tim akan berebut empat tiket untuk lolos ke semi final. Laga delapan besar akan dimulai Jumat, 2 Juli 2010.

Di partai pertama akan saling bertemu Belanda dengan Brasil. Laga kedua tim akan digelar di Port Elizabeth Stadium pukul 21.00 Wib. Ada orang Jepang yang akan tampil di partai ini yakni wasit Yuichi Nishimura.

Uruguay dan Ghana akan tampil berikutnya. Dua tim yang dianggap kuda hitam ini akan adu kekuatan di Soccer City Stadium, Johannesburg, pada Sabtu dini hari pukul 01.30 Wib.

Partai berikutnya digelar Green Point Stadium, Cape Town, Sabtu, 3 Juli 2010. Dua musuh bebuyutan akan saling jumpa, Argentina kontra Jerman pukul 21.00 Wib.

Laga Paraguay kontra Spanyol akan melengkapi empat partai perempat final. Ellis Park Stadium akan menjamu kedua tim Minggu 01.30 dini hari Wib.

Mario Kempes: Argentina Akan Kalahkan Jerman


Pemain legendaris Argentina Mario Kempes menyanjung pasukan asuhan Diego Maradona di Piala Dunia 2010. Menurut Kempes, dalam laga kontra Jerman Sabtu malam nanti, Messi cs akan mengalahkan sekaligus membuat Jerman angkat kaki dari Afrika Selatan.

"Saya harus katakan Argentina hari ini memiliki skuad terbaik sepanjang sejarah. Lihat nama-nama yang mereka punya. Albiceleste mempunyai pemain hebat di setiap lini," kata striker yang membawa Argentina juara Piala Dunia tahun 1978 di kandangnya.

Kempes juga angkat bicara soal kemandulan Messi. Dia mengatakan, striker Barcelona itu hanya kurang beruntung. "Dia tak mampu mencetak satu gol pun dalam empat pertandingan. Tapi, perannya sangat penting pada lima dari sepuluh gol Argentina yang tercipta," ucap mantan pemain sekaligus pelatih Pelita Jaya di tahun 1996.

Kempes mengaku belum tahu apakah Diego Maradona cukup baik dalam melatih atau tidak. Tapi, setidaknya Maradona terbukti mampu membawa Argentina ke perempat final.

Namun, pemain legenda yang memutuskan pensiun di Pelita Jaya ketika umurnya menginjak 41 tahun ini mengakui integritas seorang Joachim Loew yang patut diwaspadai.

"Tampaknya langkah Loew tepat saat tidak memanggil Kevin Kuranyi, melainkan Klose, Podolski, dan Muller. Mereka mampu mencetak empat gol ke gawang Inggris. Jerman menjadi tim yang baik dan sulit dikalahkan," jelas Kempes.

Dia menilai, Jerman memiliki pertahanan yang kuat dan serangan yang cepat. Der Panzer membuktikan kualitasnya saat menggulung Inggris. "Tapi, saya tetap berharap Argentina menang dan menjadi juara Piala Dunia," ucap pria berusia 55 tahun ini.

"Argentina harus menurunkan Messi sebagai pemain kunci. Dia spektakuler, terbaik di dunia, tetapi dia tak bisa melakukan semuanya sendiri walaupun dia bisa bermain di seluruh posisi. Jika Anda melihat permainannya bersama Barcelona, Anda akan katakan dia lebih baik ketimbang Diego (Maradona). Hanya saja Messi belum bisa memberikan gelar juara Piala Dunia untuk Argentina," pungkasnya. (umi)